
Tiada Yang Lain ...
Berdiri diantara persimpangan yang tak tertuju
Kau ada dan tak pernah tiada
Semakin ku dekat Kau semakin menuju
Aku tak pernah ada namun Kau tetap ada
Nikmatmu menutup segalanya
Aku terbuai dan terentah diantara setiap firmanMu
Kulupakan setiap tabir dalam tutur kitab suci
Kupikir Kau lupa bahwa aku lupa
Ternyata kau tetap menjadi Tuhanku
Diantara yang ada semuanya tiada
Menandakan selain Kamu
Aku akhirnya malu
Dan bersujud ....
Bukan untuk surgamu
Tapi untuk peniadaan yang lain
Selain Mu ... tak ada.
-----------
Sudah itu ...
Tak pernah pasti menjemput
Selalu mengikutiku bermpingan
Diselaput mata yang siap dijemput
Menuntun hidup dengan detik dan harapan
Kepastian yang selalu mengambang direlung kira-kira
Aku merasakan bisikannya dilubuk hati
Menakutiku dengan peringatan dan ancaman ada
Meski tak di ujung belati namun tetap menanti
Bila tiba saatnya, tak ada yang bisa menundanya
Sedetikpun dalam sesal
Semuanya terlambat dalam kepastian yang tak nyata
Berhenti dan tertutup apa pun semisal
Tak ada dosa atau pahala
Sendiri dan hening jika tiba saatnya
Bagai berdiri dalam pembaringan abadi
Menutup mata tanpa bersapa
Sedikit tanda namun berhamburan makna
Kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar